Kisah inspirasi paling emosional dari Muniba Mazari. Baca selengkapnya disini!!!


Mampukah kita bangkit dari ambang keputusasaan setelah diterpa badai gelombang cobaan bertubi-tubi, sulit sudah pasti.

Tapi, inilah yang di alami Muniba Mazari ‘Iron Lady’ asal Pakistan yang menghadirkan kisah inspirasi bagi kehidupan kita.

Menikah di usia 18 tahun, mengalami kecelakaan pada usia 21 tahun, hingga ditinggalkan dan di ceraikan sang suami di usia 22 tahun, Muniba Mazari begitu terpuruk. Namun kemudian ia bangkit.

Lahir pada tanggal 3 Maret 1987 dan tumbuh di dalam keluarga Baloch dimana kebiasaan dalam keluarga tersebut, seorang anak yang baik tidak boleh mengatakan “Tidak” kepada orang tuanya.

Muniba Mazari dituntut patuh terhadap keinginan orang tuanya untuk menikah di usia yang sangat muda yakni 18 tahun, ia melakukan semua hal tersebut hanya untuk kebahagiaan kedua orang tuanya.


Sekalipun pernikahan tersebut bukan merupakan sebuah pernikahan yang begitu bahagia.

Dan ujian hidupnya dimulai setelah 2 tahun usia pernikahannya. Ketika Muniba mengalami kecelakaan mobil di usia 21 tahun.

Kecelakaan tersebut diakibatkan suaminya yang mengantuk lalu mobil terjun ke parit, sang suami bisa menyelamatkan diri dengan meloncat dari mobil.

Muniba Mazari justru terjebak dan mendapatkan luka yang cukup parah.

Menderita patah tulang di beberapa bagian, cedera tulang belakang menjadi yang terparah dan menyebabkannya harus duduk di kursi roda di sisa hidupnya, berbaring 2,5 bulan di rumah sakit membuat Muniba Mazari berada di ambang keputusasaan

“ Saya mengalami kecelakaan mobil, saat itu suami saya mengantuk dan mobil pun terjun ke parit. Dia berhasil meloncat dan menyelamatkan diri, saya senang untuknya. Saya tetap berada di dalam mobil, mengalami banyak luka, cedera panjang, tulang lengan dan hasta patah. Pergelangan tangan, tulang punggung dan tulang selangka patah. Dan seluruh tulang rusuk juga patah. 2,5 bulan di rumah sakit sungguh mengerikan. Saya berada diambang keputusasaan.” Ceritanya dengan mata mulai berbinar di sebuah acara di pakistan.

Mendapati kenyataan pahit tidak bisa berjalan lagi dan melukis serta di hantui ketakutan tidak di terima di tengah masyarakat karena kekurangannya.

Muniba mazari kembali menghadapi kenyataan yang membuat hatinya sebagai seorang wanita hancur ketika dokter mengvonis bahwa ia tidak bisa hamil akibat kecelakaan tersebut.

Sebagai seorang wanita hatinya hancur dan berada di titik frustrasi dan sempat mempertanyakan mengapa ia masih hidup jika tidak bisa berjalan dan memiliki keturunan.

“ Saya tarik napas dalam-dalam dan berkata, “baiklah”. Ungkapnya tabah.

“Besoknya dokter datang lagi dan bilang..., “ karena cedera tulang belakang dan cedera punggungmu...jadi kamu tidak akan bisa melahirkan lagi.” “ Hari itu saya merasa hancur. Saya mulai bertnya mengapa saya masih hidup?”.

Masih dalam perawatan di rumah sakit, Muniba mazari juga harus merawat takdirnya yang begitu memukulnya.

Hari demi hari ia harus terus berdamai dengan cobaan-cobaan tersebut. Di tengah keadaan yang begitu rumit ia meminta saudara laki-lakinya untuk membawakannya beberapa warna dan kanvas kecil, “saya ingin melukis!” pintanya.

Lukisan pertama yang ia buat adalah di tempat tidur. Tanpa mengucap sepatah kata pun ia terus melukis menuang isi hatinya dengan warna dan lukisan.

Orang-orang yang menjenguknya memuji lukisan tersebut, “Lukisan yang sangat indah” tapi tidak ada seorang pun yang mampu melihat kesedihan didalamnya.

Dalam keadaan ia merangkak melewati cobaan ini, tiba-tiba ia mendengar kabar suaminya yang telah menceraikannya dalam keadaan kritis di rumah sakit menikah lagi.

Dengan perasaan yang sangat emosional, ia mengirim pesan untuk mantan suaminya tersebut, “Saya turut berbahagia untukmu...saya berharap yang terbaik untukmu” pesannya melalui SMS.

Yang paling menyakitkan dalah ia tidah bisa menjadi seorang ibu secara normal, ia menghadapinya dengan sabar dan keteguhan.

Ia berfikir untuk mengadopsi beberapa anak dan mendaftarkan diri ke beberapa panti asuhan dan lembaga sosial.

Setelah lama menunggu, ia mendapat panggilan dan tawaran untuk seorang anak yangketika ia ambil umurnya masih 2 hari.

Sungguh luar biasa anak tersebut yang ia beri nama Neal tersebut tumbuh sempurna di tangannya.

Dalam keadaan hidup yang tidak pernah ia inginkan dan rencanakan ini ia mulai menjalaninya.

Berkat ketangguhan hati dan kesabarannya ia mencoba tampil di muka umum, melukis, melakukan kegiatan modeling, menjadi pembawa acara, menjadi duta PBB untuk wanita pakistan, masuk dalam majalah BBC pada tahun 2015 sebagai salah satu dari 100 perempuan berpengaruh, masuki dalam salah satu dari 30 orang berpengaruh dibawah usia 30 tahun pada majalah forbes, dan masih banyak lagi.
“jika kamu menerima dirimu apa adanya, Dunia akan menerimamu...” ungkapnya. 


“Nikmati setiap hembusan nafas...nikmati hidupmu...jangan mati sebelum hari kematianmu. Kebahagiaan sejati terletak pada rasa syukur. Bersyukur dan hiduplah dan nikmatilah hidupmu.” Jelasnya kepada penonton yang mulai bertepuk tangan dalam sebuah acara.

Selengkapnya di video ini,....!

0 Response to "Kisah inspirasi paling emosional dari Muniba Mazari. Baca selengkapnya disini!!!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel